Gangguan Keseimbangan Asam-Basa dan Analisa Gas Darah


Bismillahirrahmanirrahim..

Gangguan keseimbangan asam-basa ada 4 macam, yaitu:
1. Asidosis respiratorik (contoh: PPOK)
2. Alkalosis respiratorik (contoh: asthma bronkiale)
3. Asidosis metabolik (contoh: diare)
4. Alkalosis respiratorik (contoh: muntah-muntah)

Nah, sebelum kita melakukan analisis gas darah, maka kita wajib mengetahui rentang nilai normal dan interpretasi dari tiap komponen:

1.       pH
Rentang nilai normal       : 7,35 – 7,45
Asidosis                         : <7,35
Alkalosis                        : >7,45
2.       PaO2
Rentang nilai normal       : 80 – 100 mmHg
Hipoksemia ringan          : 70 – 80 mmHg
Hipoksemia sedang         : 60 – 70 mmHg
Hipoksemia  berat           : <60 mmHg
3.    SaO2
Rentang nilai normal       : 93% – 98%
Bila nilai SaO2 >80% sudah dapat dipastikan bahwa darah diambil dari arteri, kecuali pada gagal napas.
4.       PaCO2
Rentang nilai normal       : 35 – 45 mmHg
Asidosis respiratorik       : >45 mmHg (pH turun)
Alkalosis respiratorik      : <35 mmHg (pH naik)
5.       HCO3
Rentang nilai normal       : 22 – 26 mEq/L
Asidosis metabolik          : <22 mEq/L (pH turun)
Alkalosis metabolik         : >26 mEq/L (pH naik)
6.       BE
Rentang nilai normal       : -2 s/d +2 mEq/L
Nilai – (negative)              : asidosis
Nilai + (positif)                   : alkalosis
BE dilihat saat pH normal.
Cara menentukan apakah suatu kondisi termasuk ke dalam salah satu dari 4 gangguan asam-basa di atas:
Diagram 1

Tabel 1

Pada Tabel 1 di atas, baris kecil pertama (kolom 2-4) pada tiap baris besar (kolom 1) adalah kondisi akut, dan di bawahnya adalah kondisi kronis.

Sekarang bedakan antara gangguan keseimbangan asam-basa yang belum terkompensasi, terkompensasi sebagian, dan terkompensasi penuh.

Tabel 2
Udah ngerti? Yakin? Mari kita uji dengan beberapa contoh soal di bawah ini..

1.       pH          : 7,59 (naik) Alkalosis
      PaO2     : 89 mmHg (normal)
      PaCO2   : 30 mmHg (turun) Alkalosis Respiratorik
      HCO3     : 24 mEq/L (normal)
      BE           : +3 (naik) Alkalosis
      SaO2      : 96%  (normal) darah arteri
     Jawaban:
                Alkalosis respiratorik belum terkompensasi (akut)

2.       pH          : 7,21 (turun) Asidosis
      PaO2     : 56 mmHg (turun) Hipoksemia Berat
      PCO2     : 51mmHg (naik) Asidosis Respiratorik
      HCO3     : 18 mEq/L (turun) Asidosis Metabolik
      BE           : -8 (turun) Asidosis
      SaO2      : 90% (normal) darah arteri
      Jawaban:
               Asidosis metabolik dan asidosis respiratorik dengan hipoksemia berat.

3.       pH          : 7,19 (turun) Asidosis
      PaO2     : 65 mmHg (turun) Hipoksemia Sedang
      PaCO2   : 28 mmHg (turun) Asidosis Metabolik
      HCO3     : 14 mEq/L (turun) Alkalosis Respiratorik
      BE           : -10 (turun) Asidosis
      SaO2      : 89%
      Jawaban:
                Asidosis metabolic terkompensasi sebagian alkalosis metabolik dengan hipoksemia sedang

4.       pH          : 7,36 (normal)
      PaO2     : 76 mmHg (turun) Hipoksemia Ringan
      PaCO2   : 56 mmHg (naik) Asidosis Respiratorik
      HCO3     : 30 mEq/L (naik) Alkalosis Metabolik
      BE           : -4 (turun) Asidosis
      SaO2      : 92% (normal) darah arteri
      Jawaban:
                Asidosis respiratorik terkompensasi penuh alkalosis metabolic dengan hipoksemia ringan
      NB: saat pH normal, maka BE dilihat apakah asidosis atau alkalosis.

5.       pH          : 6,84 (turun) Asidosis
      PaO2     : 55 mmHg (turun) Hipoksemia Berat
      PaCO2   : 55 mmHg (naik) Asidosis respiratorik
      HCO3     : 18 mEq/L (turun) Asidosis Metabolik
      BE           : -6 (turun) Asidosis
      SaO2      : 70% (turun) curigai bukan darah arteri
     Jawaban:
               Salah mengambil darah vena (cek ulang) karena SaO2 dibawah 80%

6.       pH          : 7,60 (naik) Alkalosis
      PaO2     : 90 mmHg (normal)
      PaCO2   : 35 mmHg (normal)
      HCO3     : 30 mEq/L (naik) Alkalosis Metabolik
      BE           : +4 (naik) Alkalosis
      SaO2      : 96% (normal) darah arteri
      Jawaban:
                Alkalosis metabolik belum terkompensasi (akut)


Gimana, pusing nggak ngerjain soalnya? Sebenarnya sih ada cara sederhananya, intinya:

1. Kalau SALAH SATU dari PaCO2 atau [HCO3-] masih NORMAL, itu berarti BELUM TERKOMPENSASI <-- AKUT
2. Kalau peningkatan/penurunan PaCO2 DIIKUTI dengan peningkatan/penurunan [HCO3-] dan pH yang DI LUAR RENTANG NORMAL maka asidosis/alkalosis TERKOMPENSASI SEBAGIAN. Namun, bila dalam keadaan tersebut pH nya NORMAL maka berarti sudah TERKOMPENSASI PENUH. <-- KRONIS
3. Kalau salah satu dari PaCO2 atau [HCO3-] ada yang MENINGKAT sedangkan yg lainnya MENURUN, berarti terjadi asidosis/alkalosis metabolik/respiratorik GABUNGAN.

Gimana sekarang, udah beneran ngerti kan? :D
Coba deh dijawab ulang lagi soal2 di atas..

Semoga bermanfaat.

6 komentar:

Unknown mengatakan...

sitasinya dong kk? :)

ayuva sari mengatakan...

Boleh tau ini referensinya apa kak?

Edson_ mengatakan...

literaturnya apa ya gan?

Unknown mengatakan...

Itu menurut Henderson Haselbach, bagaimana dengan teori terkini Stewart dgn teori strong ion different? Krn HCO3 pengaruhnya sangat kecil terhadap asam basa.

Dokter spesialis Kelamin mengatakan...

Penyebab-penyebab Ejakulasi dini:

- hal Fisik
sekian banyak aspek yg berkeadaan fisik mampu memasang terjadinya ejakulasi dini guna laki laki, sela lain adanya perselisihan buat kelenjar prostat, masalah diabetes, kesukaran kepada saraf dan sebab kegagalan pada memandu bintik ejakulasi. Pengalaman seksual di periode belia masih turut berikan andil terjadinya ejakulasi dini.

sex yg lekaslekas dan pengalaman sex yg tak menyenangkan bakal berikan respon terhadap otak kepada memperpendek jalan ejakulasi. perihal wilayah pun berkuasa pada cepatnya berlangsung ejakulasi.

- aspek Non-Fisik
terkecuali penyebab fisik, faktor-faktor non fisik serta berikan andil terjadinya ejakulasi dini buat laki laki. contohnya, pasangan perempuan kembali meraup sakit, tindihan tugas yg berkembang, soal marga yg belum teratasi, orientasi seksual yg salah, gila pengalaman dekat sex, kelapangan hunian yg tak memberi dukungan disaat bercinta, kecemasan, perasaan cemas tidak sukses dan khayalan sex yg berlebihan.

kekhawatiran atau histeria sedang sanggup jadi penyebab ejakulasi dini. sekian banyak sampel pikiran yg menghasilkan laki-laki berejakulasi dini ialah perasaan gamang tak dapat melepas pasangannya atau sejumlah pikiran berkenaan tugas. tindihan asal dekat inilah yg malahan membuatnya orgasme lebih pertama. putri yg terlampaui berjiwa lagi sanggup menyiapkan laki-laki menemukan ejakulasi atau orgasme yg terlampaui langsung. begitu dua penyebab penting terjadinya ejakulasi dini. Setidaknya ada 4 metode mengungguli ejakulasi dini yg dapat kamu praktekkan. Penyembuhan keseluruhan sebaiknya membawa-bawa ke-2 belah pihak. Komunikasi dan memburu usaha ke luar dengan yaitu penyelesaian buat mengobati perkara ejakulasi dini.

bila pertanyaan masih belum sanggup terpecahkan serta-merta menghubungi dokter spesialis andrologi Klinik apollo pada wawancara lebih lanjut di Hotline No. (021)-62303060.

Pencegahan Kulup panjang di Klinik | sirkumsisi Jakarta

Ejakulasi dini dan pencegahannya | Klinik kelamin di Jakarta

Konsultasi Dokter klinik | Free Consultasion

Unknown mengatakan...

Blog yang sangat bermanfaat, "Ejakulasi Dini" bermula mulai sejak dua kata, adalah "Ejakulasi" yg artinya ongkos sperma bersumber penis dan "Dini" yg artinya terlampaui segera atau sebelum waktunya. menjadi ejakulasi dini yaitu anggaran sperma yg terlampaui langsung atau sebelum waktunya. kamu dikatakan menemukan ejakulasi dini jika kamu telah menjelmakan sperma sebaliknya kamu belum menghendakinya atau sebelum pasangan kamu puas.

hingga disaat ini belum ada barometer ejakulasi dini yg mampu terkabul dengan cara semesta dikarenakan susahnya memastikan kapan satu buah ejakulasi dikatakan terlampaui serentak dan kapan ejakulasi dinamakan galib. sekian banyak cerdik pandai sex menyatakan angka 5 menit sbg kadar. jikalau kamu telah membuahkan sperma dekat ketika jarang alamat 5 menit waktu bersenggama (penis menyelinap ke tempik) sehingga kamu mampu dinamakan menggondol ejakulasi dini.

Sementara menggali ilmu lain menyebutkan bahwa patokannya bukanlah berapa obsolet kamu bisa mengganjal keluarnya sperma, lagi pula seberapa puas diri kamu dan pasangan kamu. meski cuma 5 menit, kalau kamu dan pasangan kamu sanggup terpuaskan dekat kala 5 menit tertulis, sehingga kamu dikatakan alamiah. Disisi lain, walau kamu bisa bersi teguh sewaktu 20 menit, tapi pasangan kamu belum terpuaskan (belum terserang orgasme), sehingga kamu sedang dinamakan terkena ejakulasi dini.

Andrologi | bagaimana mengatasi kulup panjang

Apakah sunat sakit | Metode sunat modesn terkini

hubungi Dokter | Chatting gratis

Posting Komentar