Tampilkan postingan dengan label protozoologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label protozoologi. Tampilkan semua postingan

Parasitologi Kedokteran [Protozoa: Ciliata] #3

Sambungan dari pos sebelumnya: Rangkuman Parasitologi Kedokteran [Protozoa: Rhizopoda] #2

B. Kelas Ciliata

Ciliata merupakan protozoa yang mempunyai alat gerak cilia (bulu getar).
Contoh spesiesnya adalah Balantidium coli.
Penyakit: balantidiasis
Distribusi georafis: terdapat di seluruh dunia
Habitat: mukosa usus besar terutama caecum
Reproduksi: - belah pasang transversal
                   - konjugasi
Hospes alami: babi
Hospes insidental: manusia

Morfologi
Ada dua bentuk    :
1. Tropozoit
- Bentuknya oval
- Ukuran 60 – 70 u x 40 – 50 u
- Badan diliputi cilia, pendek, halus, mempunyai panjang yang sama kecuali yang terdapat di bagian mulut, dimana terlihat lebih panjang yang disebut adoral cilia
- Bagian anterior terdapat ytostome
- Bagian posterior terdapat cytopyge
- Sitoplasma    :
o 2 vakuola kontraktil
o banyak vakuola makanan
Nukleus : 2 buah
    o Makronukleus
    o Mikronukleus

2. Kista
- Bulat/oval
- Ukuran 50 – 60 u
- Dinding 2 lapis
- Sitoplasma     :
     O Granuler
     O Makronukleus
     O Mikronukleus
     O Benda Refraktil

kista Balantidium coli

tropozoit Balantidium coli











Siklus Hidup
Setelah tertelan kista maka kista akan pecah keluarlah bentuk tropozoit di usus besar dan tempat kista mengeluarkan satu tropozoit. Tropozoit tetap di lumen  atau masuk ke submukosa dan berkembang biak secara transversal. Mula-mula membentuk  mikronukleus kemudian diikuti macronucleus akhirnya tubuhnya menjadi dua.                  
Jika keadaan tak mengizinkan maka tropozoit akan berubah menjadi bentuk kista.
Conjugate:
Dalam proses tersebut 2 Tropozoit bersatu dan terbungkus menjadi satu dalam satu dinding kista. Pada keadaan ini terjadilah pertukaran bahan nucleus. Sesudah itu individu akan berpisah lagi.

Parasitologi Kedokteran [Protozoa: Rhizopoda] #2

Filum protozoa dibagi ke dalam 4 kelas berdasarkan alat geraknya, yakni Rhizopoda (kaki semu), Mastigophora (flagel), Sporozoa (tidak punya alat gerak), dan Ciliata (bulu getar).
A. Kelas Rhizopoda
  • Spesies: 
    • Entamoeba histolytica
    • Entamoeba coli
    • Entamoeba gingivalis
    • Endolimax nana
    • Iodamoeba butschlii
    • Dientamoeba fragilis
  •  Mempunyai bentuk tropozoit dan kista (infektif).
  • Perbedaan di antara genus nya:

  • Perbedaan di antara spesies nya:
  • Karakteristik masing-masing spesies:



1. Entamoeba histolitica

Penyakitnya disebut: amebiasis (masa inkubasi: 1-14 minggu), disentri amoeba, hepatitis amoeba (infeksi pada hepar)
Morfologi
Dalam feses ditemukan dalam bentuk: tropozoit, pre-kista, kista.
Tropozoit (reproduksi: pembelahan biner)
Ukuran: 10–60 u (15-60 u) paling banyak antara 15-30 u.
Terdiri dari :
a. Ektoplasma :  
    - ± 1/3 dari seluruh tubuh
    - Warnanya jernih
    - Bisa membentuk pseudopodia yang aktif; pseudopodia ini seperti jari-jari tangan (pembentukannya cepat).
b. Endoplasma :    
    - Terletak sebelah dalam dari ektoplasma
    - Lebih padat dan banyak granula
    - Sering mengandung RBC yang utuh atau telah mengalami desintegrasi
    - Biasanya tak mengandung bakteria atau partikel asing
c.Satu Nukleus :
- Letaknya eksentrik
- Pada pengecatan hematoxylin memperlihatkan nukleomembran dan dilapisi oleh granuler kromatin uniform di permukaan dalam.
- Satu karyosome terletak di bagian central dan dikelilingi oleh suatu kapsul yang tampak seperti halo
- Tampak benang-benang fibril tersebar secara radiair ke bagian perifer nukleus
- Pergerakannya progressif dengan pseudopodia
b. Pre-kista
- Tak berwarna
- Bentuknya bulat atau oval, lebih kecil daripada tropozoit akan 
  tetapi lebih kecil daripada kista.
- Inclusion bodies tidak ada
- Pergerakan pseudopodia lamban
- Tak ada pergerakan yang progressif
c. Kista (reproduksi: metasistik amuba)
- Bentuk     : bulat atau oval
- Dinding    : tampak tegas
- Ukuran    : 5-20 u
Sitoplasma mengandung :
- vacuola
- chromatoid bodies yang berbentuk sausage
Chromatoid bodies tersebut akan hilang apabila kista itu menjadi matang.
Kista yang immature mengandung satu inti
Kista yang mature (infektif) mengandung 4 inti yang lebih kecil
Baik kista yang berinti satu maupun 4 semuanya bisa keluar melalui feses.
Kista Entamoeba histolitica
Tropozoit Entamoeba histolitica




Siklus hidup


 2. Entamoeba coli

  • Sinonim: Entamoeba hominis/Amoeba coli
  • Nonpatogenik
  • Habitat: lumen usus besar
  • Siklus hidup sama dengan Entamoeba histolitica
Morfologi
Terdiri dari 3 bentuk:
1. Tropozoit
-   Dijumpai pada diarrhoeic stool
-   Ukuran 15 – 50 u
-   Merupakan tropozoit terbesar di lumen usus besar
-   Pseudopoda pendek dan lebar
-   Gerak lambat
-   Batas ekto&endoplasma (granuler) tidak jelas
-   Endoplasma dipadati oleh vacuola makanan dan mengandung bakteri, tidak ada RBC
Nukleus    :
o       Satu  buah
o       Dinding tebal
o       Satu karyosome besar, eksentrik
o       Kromatin kasar, tidak sama besar, granula terletak di membran nukleus

2. Prekista
-         Tidak mengambil makanan
-         Bentuk bulat/lonjong
-         Masih banyak vacuola makanan

3. Kista
-   Mula-mula inti 1 --> inti 8
-   Inti 2 --> massa glikogen besar
-   Ukuran 20 – 30 u
-   Terdapat vakuola glikogen
-   Terdapat chromatoid bodies seperti jarum / massa irreguler
-   Ekskistasi    : inti 8 bisa menjadi inti 4
-   Chromatoid body tidak terdapat pada kista inti 8
-   Kista matang    : -  vakuola glikogen kecil/hilang
-   Inti kecil tapi identik

kista Entamoeba coli
pre-kista Entamoeba coli
tropozoit Entamoeba coli













3. Endolimax nana

  • Sinonim: Endolimax intestinalis, Entamoeba nana
  • Nonpatogenik
Morfologi 
1. Tropozoit- Ukuran 6-15 u, rata-rata 10 u
- Ektoplasma sempit
- Gerak lambat, cair > aktif
- Pseudopoda pendek/tumpul
- Vakuola mengandung bakteri
- RBC (-)
Nukleus :
o       Kecil
o       Karyosome besar, irreguler, eksentrik.
o       Benang achromatic keluar dari karyosome --> membentuk nukleus
o       Kromatin membentuk nukleus (-)
 

2. Prekista-  Bentuk bulat/lonjong
-  Ujung tumpul
-  Tidak mengambil makanan

3. Kista -  Bentuk bulat/lonjong
-  Ukuran 5-14 u
-  Inti 1, 2 atau 4
-  Kista mature : inti 4
-  HI : nukleus tampak jelas
-  Kadang chromatoid body seperti lengkung kecil
-  Pembelahan binair




4. Iodamoeba butschlii



  • Sinonim: Entamoeba butschlii
  • Nonpatogenik

Morfologi

1. Tropozoit
-    Tropozoit jarang ditemukan dalam tinja, Ukuran 6-25 u
-    Gerak aktif progresif pada feses segar, lamban pada feses
      yang lama
-    Batas ekto&endaplasma tidak jelas
-    Endoplasma penuh granula, RBC (-)
-    Vacuola makanan mengandung bakteri/yeast
Nukleus :
o  Ukuran 2 - 3,5 u
o  Karyosome besar
o  Karyosome sentral/eksentrik
o  Karyosome dikelilingi globules yang refraktil
o  Benang achromatic dari sentral ke perifer

2. Prekista
-  Tidak mengambil makanan
-  Lebih kompak

3. Kista
-  Bentuk oval, 6 – 15 u
-  Inti 1, jarang 2
-  Vakuola glikogen besar, 1 – 2 buah
-  Chromatoid body (-)
-  Granula kromatin menempel pada satu sisi sehingga inti
   tampak seperti keranjang (basket nucleus)
 



 
 5. Dientamoeba fragilis


  • Jarang ditemukan, hanya ada bentuk tropozoit
  • Tidak menembus jaringan

Morfologi

- Ukuran 3 – 22 u, biasanya 5 – 12 u
- Sitoplasma sangat rapuh
- Banyak vakuola makanan, bakteri (+), RBC (-)
- Pseudopoda triangular, lobus, pinggir bergerigi
- Bergerak aktif
- Batas ekto&endoplasma jelas
- Nukleus 2 buah
- Kromatin besar, biasanya 6 buah, berkelompok seperti bintang


Dientamoeba fragilis
 Siklus hidup


6.Entamoeba gingivalis

  • Sinonim: Entamoeba buccalis
  • Penularan melalui droplet mulut, gelas
  • Hanya mempunyai bentuk tropozoit

Morfologi

- Hanya ada bentuk tropozoit, tidak ada bentuk kista
- Ukuran 5 – 35 u, rata-rata 10 – 20 u
- Gerak aktif
- Batas ekto&endoplasma jelas
- Pseusopoda multiple, panjang&berlobus / pendek& tumpul
- Endoplasma mengandung vakuola makanan dengan WBC & sel
  epitel di dalamnya. Jarang ada RBC.

Nukleus:
- chromatin pada membran kasar
- Karyosome kecil agak sentral


Entamoeba gingivalis