Praktikum Mikrobiologi #3: Systemic Bacteria & Tes Sensitivitas Antimikroba (TSA)



 Systemic Bacteria

Secara normal, darah merupakan komponen tubuh yang steril bebas dari mikroorganisme. Sepsis serta infeksi aliran darah membutuhkan pemeriksaan penunjang untuk mengetahui organisme penyebab infeksi. Biakan darah merupakan pemeriksaan mikrobiologi yang sangat penting dalam membantu menegakkan diagnosa dan membantu pemilihan tatalaksana yang tepat untuk infeksi aliran darah.
Biakan darah dilakukan dengan memasukkan darah ke dalam medium kultur yang mengandung nutrisi-nutrisi untuk pertumbuhan bakteri kemudian diinkubasi. Medium yang umumnya digunakan adalah Brain Heart Infusion (BHI) atau tioglikolat. Tujuan biakan darah adalah untuk menentukan mikroorganisme patogen penyebab infeksi aliran darah.





Prinsip pengambilan sampel darah untuk biakan darah:
1.      Terdapat gejala klinis infeksi aliran darah atau sepsis
2.      Pasien sebaiknya belum mendapat antibiotik
3.      Sampel yang diambil sebaiknya dua atau lebih, diambil dengan cara steril dan berasal dari tempat pungsi vena yang berbeda
4.      Pengambilan waktu yang tepat (contoh: saat demam), pada bakteremia intermitten darah diambil 2-3 kali dari tempat berbeda selama 24 jam, untuk tifoid diambil pada demam minggu pertama

Jumlah darah yang diambil untuk dewasa: 10-20 mL, anak-anak 3-5 mL, bayi 1-3 mL.

Darah diambil melalui vena atau arteri secara aseptik, bersihkan daerah pengambilan dengan iodine tincture 2% lalu di-swab melingkar dari tengah ke tepi, diikuti dengan alkohol 70% dengan cara yang sama.
Darah langsung dimasukkan ke dalam media pembiakan tanpa antikoagulan dan kirim segera ke laboratorium dalam suhu kamar.



Antimicrobial Susceptibility Test

Metode AST dibagi menjadi 3:

1. Dilusi
Uji kepekaan metode dilusi digunakan untuk menentuan konsentrasi minimal antimikroba agar dapat menghambat atau membunuh mikroorganisme, disebut dengan Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Metode dilusi terbagi menjadi dilusi kaldu dan agar.

2. Difusi
Metode AST cakram difusi adalah metode yang paling praktis dan masih merupakan metode pilihan untuk kebanyakan laboratorium.
Metode Kirby-Bauer dan Stokes merupakan metode yang direkomendasikan oleh NCCLS.  




Tabel ukuran zona inhibisi pada beberapa antibiotik
S=Susceptible; I=Intermediate resistance; R=Resistant
Tabel di atas menunjukkan bahwa semakin besar zona inhibisi atau MIC nya, maka semakin baik pula antibiotik yg digunakan dalam uji tersebut. Tabel di atas dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan sensitivitas suatu antibiotik terhadap suatu spesies bakteri.

3. Difusi dan Dilusi
E test --> metode kuantitatif yang menggunakan cara dilusi dan difusi
E test dapat digunakan untuk menentukan MIC untuk organisme fastidious seperti S. pneumoniae,  streptokokus ß-hemolitikus, N. gonorrhoeae, Haemophilus sp. dan anaerob.
E test adalah metode yang sederhana, akurat dan dapat diandalkan untuk menentukan MIC untuk spektrum yang luas dari agen infeksi.
E-Test

0 komentar:

Poskan Komentar